"Aku jatuh cinta..tuk kesekian kali. Baru kali ini kurasakan..cinta sesungguhnya, tak seperti dulu.."
- Lagu Cinta, Dewa -
Hhhe.. lagi iseng aja sembari menunggu suamiku pulang, aku dengerin lagu2 di ipodna. Ga sengaja aku menemukan album Dewa yang "Bintang Lima". Kudengerin satu-satu lagunya, ada Dua Sedjoli, Risalah Hati, dan Lagu Cinta seperti yang aku kutip di atas. Kalau ingat lagu-lagu Dewa di album ini, aku jadi ingat masa-masa awal masuk SMA dulu sekitar tahun 2000. Waktu lagi boomingnya album ini, bertepatan dengan masa-masa ospek di SMA. Aku ingat banget lagu-lagu di album ini sangat familiar aku dengar sepanjang perjalanan menuju bumi perkemahan Cibubur untuk mengikuti ospek ekstrakurikuler yang aku ikuti saat itu, yaitu ekskul olahraga. Bahkan saat pertunjukan malam pun banyak kelompok yang membawakan lagu-lagu di album Dewa ini. Salah satu favoritku adalah 1000 bintang. Walaupun cuma intro musik beberapa detik saja, tapi itu terdengar sangat keren, hhee..
Sudah 10 tahun berselang sejak ospekku di SMA dulu. Tapi lagu-lagu Dewa seakan tidak pernah mati dimakan zaman, karena kapanpun aku denger lagunya, tetap terdengar sama seperti saat aku mendengarnya pertama kali dulu. Tetap keren.. ^_^ Begitu juga dengan kenanganku saat di SMA. Walaupun mungkin banyak waktu yang tersesali karena terlewati begitu saja, tapi aku tidak pernah bosan mengenang masa-masa SMAku. Melihat album-album foto di saat SMA dulu akan membuatku tersenyum-senyum sendiri seolah sedang menaiki lorong waktu kembali ke masa lalu. Terutama, saat aku menemukan foto suamiku sekarang, yang tidak lain adalah teman SMAku dulu.. Jadi geli kalau ingat sekarang kami adalah suami-istri. Padahal, waktu SMA dulu tidak pernah terbayang aku akan menjadi istrinya. Seandainya saja aku tahu, aku pasti akan menyimpan foto-fotonya di SMA lebih banyak ketimbang yang aku punya sekarang.. =p
Semua rasa dan pikiran yang tercurah.. dari hati dan kepalaku... dari saya yang terlahir saat bintang kecil memancarkan cahayanya... it's MiNd,,,it's mY hOpe,,,it's My wiSh,,,it's My trOubLe,,,it's mY reGret,,,it'S mY sadNess,,it'S my haPPiers,,,it's mY futuRe,,anD it's eVerytHiNg 'bOut mY seLf,,,,
Jumat, 21 Mei 2010
Rabu, 19 Mei 2010
Seandainya aku bisa kuliah S2..
Aku pernah berjanji dalam hidupku, jika aku diberi kesempatan lagi untuk duduk di bangku kuliah, aku ingin memperbaiki semua kesalahanku saat di S1. Aku berkata seperti ini bukan berarti aku menyesali kuliah S1ku. Aku sangat menyukainya!! dan merindukannya!! Sekarang aku mengerti mengapa Tuhan memberikan aku kesempatan kuliah S1 sampai dengan 7 tahun. Agar aku dapat menikmati semua masa yang ada di kuliah, teman-teman dari berbagai angkatan, kehidupan kampus yang berbeda dari tahun ke tahun, dan membuatku sangat merindukannya sekarang. Coba bayangkan!! Belum genap setahun aku melepas statusku sebagai mahasiswa yang melekat selama 7 tahun, tapi aku sudah merindukan kehidupan kampusku..
Mungkin dulu aku sering mengeluh, saat banyaknya tugas yang harus dikerjakan, membuatku tidak tidur semalaman, menghabiskan uang jajanku untuk fotokopi ini itu, perjalanan pergi-pulang kampus yang melelahkan, cekal absen karena terlalu sering telat masuk kelas, harus mengulang beberapa mata kuliah. Tapi, hey, aku menyukainya..aku menikmatinya..semuanya!! Tidak ada satupun yang aku sesali. Aku menikmati pertemananku dengan sesama angkatan 2003 meskipun tidak bisa terlalu dekat dengan mereka, aku menyukai adik-adik kelasku yang awalnya membuatku minder karena harus mengulang kelas bersama mereka. Aku menyukai lelahnya pergi kesana kemari bersama teman-temanku untuk melakukan asesmen anak-anak SD, aku merindukan saat-saat kebersamaan yang terasa begitu lekat saat bersama-sama menikmati dinginnya malam di Cimacan setelah lelah seharian memberikan training anak-anak gakin. Aku merindukan semuanya.. Semuanya!!!
Sekarang, setelah aku menjadi Sarjana Psikologi. Setelah aku menjadi Ny.Agung. Saat aku menjalani masa-masa mom-to-be.. Aku kembali teringat akan semua kenangan itu. Dan lucunya, yang paling kurindukan adalah saat-saat mengerjakan tugas-tugas kelompok hingga berjam-jam di sudut kampus. Ahh..seandainya aku bisa meneruskan kuliah S2.. Aku ingin memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin. Tentunya aku akan berusaha meminimalisir atau bahkan menghilangkan kebiasaan telatku. Aku akan belajar semaksimal mungkin agar tidak ada mata kuliah yang mengulang. Dan aku akan memaksimalkan kemampuanku sosialisasiku di kampus. Tapi rasanya ga semudah itu aku bisa bermimpi meneruskan S2ku. Dengan bidang psikologi klinis anak yang menjadi impianku sejak dulu. Statusku sekarang sebagai Ny.Agung, dan kehidupan kami yang nantinya akan diramaikan oleh tawa anak-anak kami. Membuatku harus berpikir dua kali untuk mewujudkan keinginanku meneruskan S2. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Tapi bukan berarti aku menyesali kondisi ini. Aku mensyukurinya, sangat mensyukurinya. Semoga saja...seandainya nanti aku diberi kesempatan untuk meneruskan S2ku, dengan spesialisasi psikologi klinis anak, aku harus menjadi seorang mahasiswa yang terbaik, dan tentunya tanpa mengurangi peranku sebagai istri Agungku, dan ibu dari anak-anak kami. Bukan tidak mungkin khan, aku sekaligus dapat menjadi psikolog yang baik, istri yang baik, dan ibu yang handal.. Semoga saja.. ^_^
Mungkin dulu aku sering mengeluh, saat banyaknya tugas yang harus dikerjakan, membuatku tidak tidur semalaman, menghabiskan uang jajanku untuk fotokopi ini itu, perjalanan pergi-pulang kampus yang melelahkan, cekal absen karena terlalu sering telat masuk kelas, harus mengulang beberapa mata kuliah. Tapi, hey, aku menyukainya..aku menikmatinya..semuanya!! Tidak ada satupun yang aku sesali. Aku menikmati pertemananku dengan sesama angkatan 2003 meskipun tidak bisa terlalu dekat dengan mereka, aku menyukai adik-adik kelasku yang awalnya membuatku minder karena harus mengulang kelas bersama mereka. Aku menyukai lelahnya pergi kesana kemari bersama teman-temanku untuk melakukan asesmen anak-anak SD, aku merindukan saat-saat kebersamaan yang terasa begitu lekat saat bersama-sama menikmati dinginnya malam di Cimacan setelah lelah seharian memberikan training anak-anak gakin. Aku merindukan semuanya.. Semuanya!!!
Sekarang, setelah aku menjadi Sarjana Psikologi. Setelah aku menjadi Ny.Agung. Saat aku menjalani masa-masa mom-to-be.. Aku kembali teringat akan semua kenangan itu. Dan lucunya, yang paling kurindukan adalah saat-saat mengerjakan tugas-tugas kelompok hingga berjam-jam di sudut kampus. Ahh..seandainya aku bisa meneruskan kuliah S2.. Aku ingin memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin. Tentunya aku akan berusaha meminimalisir atau bahkan menghilangkan kebiasaan telatku. Aku akan belajar semaksimal mungkin agar tidak ada mata kuliah yang mengulang. Dan aku akan memaksimalkan kemampuanku sosialisasiku di kampus. Tapi rasanya ga semudah itu aku bisa bermimpi meneruskan S2ku. Dengan bidang psikologi klinis anak yang menjadi impianku sejak dulu. Statusku sekarang sebagai Ny.Agung, dan kehidupan kami yang nantinya akan diramaikan oleh tawa anak-anak kami. Membuatku harus berpikir dua kali untuk mewujudkan keinginanku meneruskan S2. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Tapi bukan berarti aku menyesali kondisi ini. Aku mensyukurinya, sangat mensyukurinya. Semoga saja...seandainya nanti aku diberi kesempatan untuk meneruskan S2ku, dengan spesialisasi psikologi klinis anak, aku harus menjadi seorang mahasiswa yang terbaik, dan tentunya tanpa mengurangi peranku sebagai istri Agungku, dan ibu dari anak-anak kami. Bukan tidak mungkin khan, aku sekaligus dapat menjadi psikolog yang baik, istri yang baik, dan ibu yang handal.. Semoga saja.. ^_^
Mitos..
Mitos.. kenapa harus ada yang namanya mitos di dunia ini?? heufhh..mungkin aku adalah orang yang semi modern,,atau cenderung ke arah modernistis. Aku tidak menolak hal-hal yang tradisional. Aku juga lebih suka gaya klasik ketimbang trend yang selalu berkembang tiada henti dan selalu digandrungi para pengikutnya. Tapi untuk satu hal itu, mitos, ahh.. kenapa aku selalu geregetan mendengar kata itu.. "Ga boleh gini..nanti bakal begini.. Ga boleh gitu..nanti bakal begitu.."
Kenapa sih orang harus percaya dengan apa kata orang? Bukan berdasarkan apa yang sudah dibuktikan secara ilmiah?? Daripada pusing dengan mitos yang sering tidak masuk akal, terkadang aku memilih untuk tutup telinga dan menganggap tidak tahu mitos apapun, daripada aku kepikiran dengan suatu hal yang sebenarnya sangat tidak masuk di akal.
Semenjak kehamilanku ini, aku semakin sering mendengar kata "mitos" ini. Setiap kali aku diingatkan untuk tidak boleh begini, tidak boleh begitu, dengan alasan mitos, selalu membuatku serasa menjadi orang bodoh dan tidak tahu apa-apa. Padahal, bukannya aku tidak tahu dengan mitos-mitos itu. Hanya saja aku tidak mau terlalu tahu dan memilih untuk menganggapnya tidak apa. Mudah-mudahan saja aku tidak kualat dengan berkata seperti ini. Aku hanya ingin hidupku tenang tanpa memikirkan hal yang sebenarnya aku sendiri tidak yakin hal tersebut benar atau tidak.
Untuk para orang tua di luar sana, mohon maaf jika tulisan ini cukup menyinggung kalian. Aku hanya ingin orang tua lebih bijak lagi dalam menjelaskan hal yang boleh dan tidak boleh, dengan alasan yang logis dan masuk akal. Bukan dengan alasan MITOS...
Kenapa sih orang harus percaya dengan apa kata orang? Bukan berdasarkan apa yang sudah dibuktikan secara ilmiah?? Daripada pusing dengan mitos yang sering tidak masuk akal, terkadang aku memilih untuk tutup telinga dan menganggap tidak tahu mitos apapun, daripada aku kepikiran dengan suatu hal yang sebenarnya sangat tidak masuk di akal.
Semenjak kehamilanku ini, aku semakin sering mendengar kata "mitos" ini. Setiap kali aku diingatkan untuk tidak boleh begini, tidak boleh begitu, dengan alasan mitos, selalu membuatku serasa menjadi orang bodoh dan tidak tahu apa-apa. Padahal, bukannya aku tidak tahu dengan mitos-mitos itu. Hanya saja aku tidak mau terlalu tahu dan memilih untuk menganggapnya tidak apa. Mudah-mudahan saja aku tidak kualat dengan berkata seperti ini. Aku hanya ingin hidupku tenang tanpa memikirkan hal yang sebenarnya aku sendiri tidak yakin hal tersebut benar atau tidak.
Untuk para orang tua di luar sana, mohon maaf jika tulisan ini cukup menyinggung kalian. Aku hanya ingin orang tua lebih bijak lagi dalam menjelaskan hal yang boleh dan tidak boleh, dengan alasan yang logis dan masuk akal. Bukan dengan alasan MITOS...
Langganan:
Postingan (Atom)

