KassAgunG Annive'

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Jumat, 28 Oktober 2011

Usanoooo...

Usano itu nama kelinci baruku. Singkatan dari Usagi Satin Albino. Kata papanya Dika, kelinci yang dibawa dari laboratorium kantornya ini adalah jenis kelinci Jepang. Nah, berhubung bahasa Jepangnya kelinci itu Usagi, jadi nama depannya aku kasih nama Usagi. Tapi kedengerannya seperti nama betina ya, padahal kelinci ini jantan. Biar ga kedengeran betina banget, namanya aku tambahin Satin Albino. Satin itu nama salah satu jenis ras kelinci yang bentuk fisiknya hampir mirip kelinci ini. Kalau Albino, maksudnya berbulu putih semua. Soalnya kelinci ini besaaar, berbulu putih lebat, bertelinga pendek, dan warna matanya merah delima. Seger banget deh kalo liat matanya. Mungkin karna kelinci doyan makan wortel kali ya,hehe.

Usano adalah kelinci laboratorium Dexa (kantornya suamiku) yang sudah berusia satu tahun. Beberapa waktu yang lalu suamiku nawarin aku mau kelinci apa ga. Waah, aku langsung jawab mau, tanpa mikir-mikir lagi. Aku pikir tumben nih tiba-tiba suamiku berbaik hati mau beliin kelinci. Ternyata bukan beli, tapi ambil dari laboratorium. Katanya kalo ga ada yang bersedia melihara, kelinci ini mau disuntik mati. Karna udah ga diperluin lagi untuk keperluan penelitian. Ugh, kasian yah, habis manis sepah dibuang, hhe.

Aku pikir Usano masih lama dibawa pulang. Makanya belum prepare apapun, termasuk kandang dan segala perlengkapannya. Eh ternyata kemarin sore tiba-tiba suamiku kirim pesan di whatsapp. Aku disuruh nyari tempat untuk kandang kelinci. Karna kemarin dia mau bawa pulang kelincinya. Wohoo, dengan semangat 45 aku langsung bersihin ember besar di taman depan, bekas tempat pohon mangga sebelum ditanam di taman. Aku bersihin sambil gendong Dika. Aku lap-lap, semprot air, trus alasnya ditutup plastik biar pipisnya ga kemana-mana. Yaah lumayan layak lah buat kandang sementara, sebelum aku beliin kandang kelinci yang sebenarnya.

Waktu suamiku sampai rumah, aku dan Dika langsung menyambut di depan pintu. Aku lihat suamiku bawa kelincinya pakai kardus gede. Kira-kira seukuran 30 x 60 cm. Saat kardusnya dibuka, waaahh ternyata kelincinya juga guede. Yaiyalah ya, umurnya aja udah setahun. Bulunya putih bersih, tapi sayang kalau dipegang bulunya rontok. Jadi aku ga berani ngajak Dika deket-deket Usano. Takut bulunya ada yang masuk hidung Dika. Malam itu Usano aku taruh di garasi dalam. Untungnya ember untuk kandang sementara Usano besar dan tinggi. Jadi bisa aman dari ancaman tikus yang akhir-akhir ini lagi sering muncul klo malam-malam. Selain bawa Usano, suamiku juga bawa pelet, makanannya Usano satu plastik gede. Hehe mayan, jadi ga usah pusing-pusing nyari makanan buat Usano.

Besok paginya sempet ada insiden buat Usano. Ceritanya aku mau bawa Usano main di rumput taman depan. Waktu bawa Usano dari teras belakang ke taman depan, badannya Usano goyang-goyang terus. Begitu udah dekat dengan rumput, aku pikir Usano mau langsung loncat ke rumput. Karna takut dicakar atau digigit Usano, sebelum badannya menempel di rumput aku udah lepasin Usano. Ternyata, Usano bukannya langsung lari lincah, tapi malah tiduran kayak lagi pingsan. Trus dari pantatnya keluar cairan yang muncrat gitu aja. Usano kayak ga bisa bangun. Setelah aku bantuin bangun, dia langsung berusaha lari tapi...ya ampuun, kaki belakang Usano yang sebelah kiri ga bisa digerakin, jadi jalannya diseret gitu. Haduuhh, aku udah bikin kesalahan fatal yang menyakiti Usano. Duuh maaf ya Usano :(

Suamiku langsung melototin aku, seolah-olah aku abis bunuh kelinci. Duh gimana ini. Kayakna Usano harus dibawa ke dokter untuk dicek kakinya patah apa ga. Kata suamiku sih liat aja sehari dulu. Siapa tau cuma kram. Tapi aku kasian banget nih sama Usano. Baru semalam di rumahku, Usano udah kenapa-kenapa. Moga-moga aja aku bisa merawat Usano sebaik dia dirawat di laboratorium.

Naah, ini nih fotonya Usano. Besar dan lucu khaaann.. Kayak yang punya =p

Kamis, 27 Oktober 2011

For the Rest of My Life

By: Maher Zain

I praise Allah for sending me you my love
You’ve found your home it’s here with me, and I’m here with you
Now let me let you know
You’ve opened my heart

I was always thinking that love was wrong
But everything was changed when you came along, oh
And there’s a couple of words I want to say

Chorus:
For the rest of my life, I’ll be with you
I’ll stay by your side, honest and true
Till the end of my time, I’ll be loving you, loving you
For the rest of my life, through days and nights
I’ll thank Allah for opening my eyes
Now and forever I, I’ll be there for you
I know it deep in my heart

I feel so blessed when I think of you
And I ask Allah to bless all we do
You’re my wife, and my friend and my strength
And I pray we’re together in Jannah

Finally now I’ve found my self, I feel so strong
Yes everything was changed when you came along, oh
And there’s a couple of words I want to say

Chorus:
For the rest of my life, I’ll be with you
I’ll stay by your side, honest and true
Till the end of my time, I’ll be loving you, loving you
For the rest of my life, through days and nights
I’ll thank Allah for opening my eyes
Now and forever I, I’ll be there for you
I know it deep in my heart

And now that you’re here, in front of me
I strongly feel love
And I have no doubt, and I’ll sing it loud
And that I will love you eternally

Chorus:
For the rest of my life, I’ll be with you
I’ll stay by your side, honest and true
Till the end of my time, I’ll be loving you, loving you
For the rest of my life, through days and nights
I’ll thank Allah for opening my eyes
Now and forever I, I’ll be there for you
I know it deep in my heart

“For The Rest Of My Life” Official Music Video by Maher Zain.

Album: Thank You Allah
Directed by: Lena Khan.
Lyrics: Maher Zain, Charbel Amso, Abou-Daniell & Bara Kherigi
Melody & Arrangement: Maher Zain & Abou-Daniell
© Awakening Records 2011

(Sebuah lagu dari Maher Zain yang kata papanya Dika dipersembahkan buat aku =p Jadi ge'er.. Trus tiba-tiba sempet ga jadi dkasih, karna akunya jadi ge'er. Yeiyyy..papanya Dika malu tapi ga mau ngaku tuh =p bisa romantis juga siy papa :))

Maher Zain’s Latest Album

Rabu, 26 Oktober 2011

Puding Oat Coklat Keju for my happy lil'fam :)

Siang menjelang sore, aku sibuk sendiri browsing di ipad, sementara Dika juga sibuk sama mainannya sambil sesekali main-main di jendela kamar (itu hobi baru Dika belakangan ini,hehe). Browsingku kali ini bukan tanpa maksud. Aku udah puluhan kali berpikir bagaimana caranya bisa membuka usaha rumahan. Biar ada kegiatan dan tambahan penghasilan untuk keluarga kami. Aku browsing sana sini, cari peluang usaha yang ga terlalu sulit, modalnya ga terlalu besar, dan yang pasti mampu kujalankan. Sebenarnya sebulan belakangan ini aku lagi ngunpulin ide untuk bikin baby shop online. Tapi idenya lagi agak mandeg, mengingat betapa rumitnya (klo dibayangin) membangun usaha itu sementara aku masih belum bisa bebas pergi kemana-mana dengan segala keterbatasan yang ada sekarang. Sempet cari-cari franchise yang modalnya ga besar, tapi kok belum ada yang nyangkut di hati ya. Sempet daftar di web bisnis ukm juga, siapa tahu nemu peluang yang bagus di web itu. Sampai ga sadar udah menjelang jam 3 sore dan aku masih belum nemu ide juga. Makin njelimet malah,hehe..

Sampai akhirnya aku tiba-tiba inget sama web berisi aneka resep puding yang sempat kusimpan di bookmark ipad. Kupikir-pikir, kayaknya usaha bikin puding lumayan juga. Modalnya ga terlalu besar, bikinnya ga terlalu rumit, sebagian besar peralatan pun udah ada (klo yg belum punya, bisa lah minjem2 dulu sama mama,hehe). Tinggal ditambahin kemampuan promosi online atau ke tetangga sekitar, dan keahlian bikin inovasi resep puding-puding. Naah, sambil buat latihan, aku iseng aja bikin puding buat suami dan anakku. Kemarin-kemarin sih sempet bikin beberapa puding. Yang terakhir aku buat puding kacang hijau. Bikin 2 loyang, satu buat keluargaku, satu buat mertuaku yang kebetulan lagi mau ngadain ratiban menjelang pergi haji. Tapi kok diicip-icip kayaknya kurang sukses ya rasanya. Puding kacang hijau yang di kulkasku aja ga laku.

Humm..mikir mikir mikir, aku mau nyoba bikin puding apa lagi ya. Yang simpel, bahannya pas ada di rumah, dan yang pasti orang rumah pada doyan. Hehee..tiba-tiba aku kepikiran bikin puding oat. Sehat dan simpel. Langsung deh browsing resepnya. Ternyata simpel banget. Kebetulan aku dapet resep puding oat untuk bayi. Pas banget deh. Bisa skalian bikin buat cemilannya Dika.

Akhirnya aku langsung ubek-ubek dapur dan lemari penyimpan bahan di ruang makan, sambil gotong Dika tentunya, hehe. Langsung aja aku eksperimen masukin bahan yang "seadanya", hehe.

Nih bahan-bahan yang berhasil aku temuin :
- agar-agar coklat setengah bungkus
- oatmeal 4 sdm (diseduh dulu)
- gula pasir 4 sdt
- susu kental manis secukupnya
- air 400 ml
- keju secukupnya (diparut)

Cara membuatnya :
Ga repot-repot kok. Langsung aja dicampur semua bahan-bahannya trus diaduk di atas api sedang sampai mendidih. Setelah mendidih, matikan kompor, lalu diaduk lagi sampai busanya turun. Lalu dituang ke cetakan puding deh. Dari resep bahan di atas, aku dapet 3 mangkok kecil. Pas ukurannya untuk aku, suamiku, dan Dika. Oiya, untuk pemanis tampilannya, boleh kok ditambahin parutan keju di atas pudingnya. Dan voila! Jadilah Puding Oat Coklat Keju for my lil'family...

Semoga rasanya bisa semanis suasana di rumah sore ini. Soalna papanya Dika lagi pulang cepet ^_^ Moga-moga puding buatanku kali ini bisa ludes dah, tanpa sisa kayak puding-puding sebelumnya yang sempet dianggurin di kulkas berhari-hari,hehe..

Senin, 10 Oktober 2011

Cake pisang ala mommy Dika

Kemarin sepulangnya dari rumah mertua, aku dibawain satu sisir pisang yang matengnya udah mengkel banget. Isinya lumayan banyak juga, sekitar 20 pisang dalam satu sisir. Begitu sampai di rumah, suamiku bilang kalo pisangnya udah mateng banget. Duh, pisang sebanyak itu dalam kondisi udah mateng banget, siapa yang mau ngabisin. Sementara kami cuma berdua di rumah. Bertiga deh sama Dika, tapi Dika khan cuma dikit makannya. Sayang khan kalau akhirnya banyak yang busuk dan mesti dibuang.

Senin pagi, aku tiba-tiba kepikiran pengin bikin cake pisang. Untuk memanfaatkan pisang yang masih banyak itu. Trus iseng aja deh browsing di ipad. Aku nemuin beberapa resep, tapi yang paling cocok dengan ketersediaan bahan di rumah aku ambil dari sini. Cake kukus pisang emang paling cocok deh. Berhubung aku ga punya oven, jadi cukup dikukus aja.

Tanpa mikir-mikir lagi, aku segera kumpulin bahan-bahannya. Ada beberapa bahan tambahan juga, atau bahan yang diganti. Jadinya begini nih resepnya.

Bahan :
- 18 buah pisang
- 150 gram gula pasir (dikira-kira aja,abisnya ga punya timbangan,hehe)
- 150 gram tepung terigu (idem sama di atas, dikira-kira juga)
- 4 butir telur
- 1 sendok teh pengembang kue
- 100 gram margarin (dikira-kira juga)
- 1 bungkus vanili

Cara membuat :
1. Kocok telur, gula pasir, dan pengembang kue sampai tercampur rata
2. Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk
3. Haluskan pisang (kalo aku pisangnya dipotong-potong dulu trus diulek)
4. Masukkan pisang yang sudah halus ke dalam adonan
5. Masukkan vanili
6. Masukkan margarin yang sudah dilumerkan
7. Kukus kurang lebih 50 menit

Naaahh..pas prakteknya, aku ganti pengembang kue dengan fernipan. Berhubung ga punya pengembang kue. Sebenernya aku juga ga tahu worth it atau ga klo pengembang kue diganti dengan fernipan,hihii. Namanya juga coba-coba. Trus pas mau dikukus, ternyata cetakan pirex yang aku punya ga muat masuk kukusan. Begitu ngelirik ke samping rak piring, eh iyaa ternyata ada microwave. Hehehe..yaudah deh, sebagai ganti kukusan, aku masukin microwave. Tapi timernya diset 15 menit, 15 menit, trus 20 menit.

Di 15 menit pertama aku udah cium wangi aroma pisang. Hummm..wanginya menggoda banget. Udah mulai kebayang deh gimana enaknya. Di 15 menit kedua, aku liat adonannya mengembang. Wuihh,,makin berasa kayak pembuat kue profesional deh. Berasa adonannya udah berhasil karna bisa mengembang (aku kepedean banget dah klo ini). Saking kepedeannya, sambil menunggu 20 menit terakhir, aku sampai mengkhayal bikin usaha cake rumahan. Trus promosi awalnya bagi-bagiin potongan kue gratis ke tetangga se-RT sambil sebarin brosur yang isinya gambar bermacam cake buatanku. Hahahhaa,,mengkhayalnya ga tau diri banget dah. Baru juga sekali bikin cake, udah mengkhayal jauh,hehee..

Akhirnya 20 menit selesai, ditandai bunyi "ting" yang cukup kencang dari microwave. Aku coba mengecek cakenya dengan garpu. Humm,udah empuk sih. Tapi tapi..eh tapi..kok di dasar pirex kayak ada air yah. Aduh, apa yang salah nih. Wah, "kepedeanku" tadi mulai surut, berganti dengan kesadaran kalau mungkin banyak kesalahan yang aku buat. Entah salah bahan, salah takaran, atau salah waktu. Ah tapi ya sudahlah. Namanya juga coba-coba. Toh aku niatnya khan bikin cake ini buat hidangan berbuka spesial untuk suamiku. Hehee,khan jarang2 tuh bikinin masakan spesial buat papanya Dika.

Setelah diamat-amati, ternyata adonan tengah dan bawahnya masih keliatan "basah". Tampilannya jadi lebih mirip makaroni schootel yang biasa dibuat mama di rumah. Hehee.. Pas diicip-icip..nyumm..mayan juga. Oiya, atasnya aku taburin juga bubuk kayu manis buat nambah aroma. Trus untuk penyajiannya, aku coba kasih susu kental manis untuk variasi (tapi kalo ini kayakna cuma aku yang doyan). Yaahh..percobaan pertama not bad lah. Mudah-mudahan aja suamiku suka. Tapi klo buat dibagi-bagi orang se-RT sih kayakna mikir-mikir dulu kali ye,hehe..