Usano itu nama kelinci baruku. Singkatan dari Usagi Satin Albino. Kata papanya Dika, kelinci yang dibawa dari laboratorium kantornya ini adalah jenis kelinci Jepang. Nah, berhubung bahasa Jepangnya kelinci itu Usagi, jadi nama depannya aku kasih nama Usagi. Tapi kedengerannya seperti nama betina ya, padahal kelinci ini jantan. Biar ga kedengeran betina banget, namanya aku tambahin Satin Albino. Satin itu nama salah satu jenis ras kelinci yang bentuk fisiknya hampir mirip kelinci ini. Kalau Albino, maksudnya berbulu putih semua. Soalnya kelinci ini besaaar, berbulu putih lebat, bertelinga pendek, dan warna matanya merah delima. Seger banget deh kalo liat matanya. Mungkin karna kelinci doyan makan wortel kali ya,hehe.
Usano adalah kelinci laboratorium Dexa (kantornya suamiku) yang sudah berusia satu tahun. Beberapa waktu yang lalu suamiku nawarin aku mau kelinci apa ga. Waah, aku langsung jawab mau, tanpa mikir-mikir lagi. Aku pikir tumben nih tiba-tiba suamiku berbaik hati mau beliin kelinci. Ternyata bukan beli, tapi ambil dari laboratorium. Katanya kalo ga ada yang bersedia melihara, kelinci ini mau disuntik mati. Karna udah ga diperluin lagi untuk keperluan penelitian. Ugh, kasian yah, habis manis sepah dibuang, hhe.
Aku pikir Usano masih lama dibawa pulang. Makanya belum prepare apapun, termasuk kandang dan segala perlengkapannya. Eh ternyata kemarin sore tiba-tiba suamiku kirim pesan di whatsapp. Aku disuruh nyari tempat untuk kandang kelinci. Karna kemarin dia mau bawa pulang kelincinya. Wohoo, dengan semangat 45 aku langsung bersihin ember besar di taman depan, bekas tempat pohon mangga sebelum ditanam di taman. Aku bersihin sambil gendong Dika. Aku lap-lap, semprot air, trus alasnya ditutup plastik biar pipisnya ga kemana-mana. Yaah lumayan layak lah buat kandang sementara, sebelum aku beliin kandang kelinci yang sebenarnya.
Waktu suamiku sampai rumah, aku dan Dika langsung menyambut di depan pintu. Aku lihat suamiku bawa kelincinya pakai kardus gede. Kira-kira seukuran 30 x 60 cm. Saat kardusnya dibuka, waaahh ternyata kelincinya juga guede. Yaiyalah ya, umurnya aja udah setahun. Bulunya putih bersih, tapi sayang kalau dipegang bulunya rontok. Jadi aku ga berani ngajak Dika deket-deket Usano. Takut bulunya ada yang masuk hidung Dika. Malam itu Usano aku taruh di garasi dalam. Untungnya ember untuk kandang sementara Usano besar dan tinggi. Jadi bisa aman dari ancaman tikus yang akhir-akhir ini lagi sering muncul klo malam-malam. Selain bawa Usano, suamiku juga bawa pelet, makanannya Usano satu plastik gede. Hehe mayan, jadi ga usah pusing-pusing nyari makanan buat Usano.
Besok paginya sempet ada insiden buat Usano. Ceritanya aku mau bawa Usano main di rumput taman depan. Waktu bawa Usano dari teras belakang ke taman depan, badannya Usano goyang-goyang terus. Begitu udah dekat dengan rumput, aku pikir Usano mau langsung loncat ke rumput. Karna takut dicakar atau digigit Usano, sebelum badannya menempel di rumput aku udah lepasin Usano. Ternyata, Usano bukannya langsung lari lincah, tapi malah tiduran kayak lagi pingsan. Trus dari pantatnya keluar cairan yang muncrat gitu aja. Usano kayak ga bisa bangun. Setelah aku bantuin bangun, dia langsung berusaha lari tapi...ya ampuun, kaki belakang Usano yang sebelah kiri ga bisa digerakin, jadi jalannya diseret gitu. Haduuhh, aku udah bikin kesalahan fatal yang menyakiti Usano. Duuh maaf ya Usano :(
Suamiku langsung melototin aku, seolah-olah aku abis bunuh kelinci. Duh gimana ini. Kayakna Usano harus dibawa ke dokter untuk dicek kakinya patah apa ga. Kata suamiku sih liat aja sehari dulu. Siapa tau cuma kram. Tapi aku kasian banget nih sama Usano. Baru semalam di rumahku, Usano udah kenapa-kenapa. Moga-moga aja aku bisa merawat Usano sebaik dia dirawat di laboratorium.
Naah, ini nih fotonya Usano. Besar dan lucu khaaann.. Kayak yang punya =p



Tidak ada komentar:
Posting Komentar